Postingan

Aliran Ideologi Pendidikan

Ideologi Pendidikan ·          Radikal Radikalisme secara umum dipahami sebagai suatu gerakan sosial yang mengarah pada hal-hal yang negatif. Radikal adalah proses secara sungguh-sungguh untuk melatih keberhasilan atau cita-cita yang dilakukan dengan cara-cara yang positif. Salah satu atau beberapa elemen dalam pendidikan sering melakukan radikalisme yang menyebabkan teror atau rasa takut para elemen pendidikan untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Secara umum fenomena radikalisme dalam pendidikan lahir dari guru kepada siswa, dari siswa kepada guru dan juga dari orang tua/masyarakat kepada elemen elemen yang ada di dalam pendidikan. Guru kurang maksimal melaksanakan tugasnya sebagai pendidik hanya agara gara takut diancam pihak pihak lain uangg dianggap merasa dirugikan. Seorang kepala sekolah kurang optimal menjalankan tugasnya sebagai pimpinan lembaga pendidikan karena takut ditekan atau diancam oleh atas...

FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Herlingga Putuwita Nanmumpuni 1) , Marsigit 2)              Prodi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana,  Universitas  Negeri Yogyakarta email: lingga.punan@gmail.com             Pendahuluan Matematika yang identik dengan kemampuan menghitung sangat bermanfaat untuk digunakan dalam memecahkan masalah pada kehidupan sehari-hari. Matematika bahkan mendapatkan julukan sebagai ratu bagi cabang ilmu pengetahuan lainnya. Hal ini merupakan bukti bahwa matematika amat bermakna penting untuk dapat menunjang tercapainya keberhasilan dari berbagai ilmu lainnya. Pemahaman ini pula yang membawa pemaknaan yang dinamis terhadap matematika itu sendiri. Terdapat banyak pilihan pendekatan untuk dapat memaknai matematika, salah satunya adalah filsafat. Memikirkan matematika secara filsafat berarti memikirkan matematika seca...

Perihal Yang Ada dan Yang Mungkin Ada

Video  “R embulan  K ekalang UNY ” memuat  tarian, politik, seni rupa, suara dan  lain-lain nya.  Pertunjukkan ketoprak tersebut m e nampilkan penokohan yang berada pada  sisi-sisi kebaikan  maupun  keburukan. Dalam filsafat, diriku ya diriku, dan dirimu ya dirimu. Belajar filsafat harus banyak membaca , karena objek filsafat  itu semuanya.  S emua bisa menjadi referensi  untuk filsafat, s etidak penting apapun bisa menjadi awal ilmu filsafat , dan s esuatu yang   dianggap  sepele  pun  bisa menjadi filsafat , karena s ebenar-benar filsafat adalah pikiran . Di bawah filsafat itu ada psikologi wacana. Psikologi sendiri itu bisa bermacam-macam, bisa psikologi terapan, atau yang lainnya. Pada psikologi wacana kita bisa menggali potensi-potensi apa yang baik untuk diri kita dan baik untuk diri orang lain. Bisa berawal dari yang paling sederhana saja, misalnya nama. Kita bisa memaknai nama ...